Ada banyak penyebab munculnya bekas aliran pada permukaan produk karet. Berikut ini adalah beberapa alasan utamanya:
1. Karet campuran memiliki fluiditas yang buruk dan viskositas yang berlebihan.
2. Temperatur cetakan terlalu rendah sehingga fluiditas karet berkurang.
3. Knalpot buruk.
4. Penggunaan bubuk pelapis dan bahan pelepas secara berlebihan.
5. Bahan baku produk karet seperti karet stirena-butadiena sintetik dan karet alam lebih banyak mengandung pengotor. Kotoran ini terekspos selama pemrosesan, menghasilkan bekas aliran.
6. Desain formula bahan baku yang tidak masuk akal, seperti dispersi yang tidak merata dan vulkanisasi yang tidak mencukupi, menyebabkan permukaan karet lengket dan terpaksa diperas pada proses selanjutnya sehingga meninggalkan bekas.
7. Selama proses vulkanisasi, bahan yang divulkanisasi berubah menjadi kuning selama proses vulkanisasi menguning, sehingga timbul bekas aliran yang jelas pada permukaan karet.
8. Selama proses pencampuran, bahan peracik tersebar tidak merata atau proporsi bahan peracik terlalu tinggi, sehingga menimbulkan bekas aliran yang jelas pada permukaan karet.
9. Selama proses ekstrusi, kecepatan ekstrusi terlalu cepat atau suhu ekstrusi terlalu tinggi, sehingga menimbulkan tanda aliran yang jelas pada permukaan karet.
10. Selama proses vulkanisasi, suhu vulkanisasi terlalu tinggi atau waktu vulkanisasi terlalu lama sehingga menimbulkan bekas aliran yang terlihat jelas pada permukaan karet.
11. Ketebalan produk karet yang tidak merata juga dapat menyebabkan bekas aliran.
12. Desain cetakan produk karet yang tidak wajar, seperti gerbang, struktur cetakan, dll., juga dapat menyebabkan tanda aliran.
13. Selama pemrosesan produk karet, cacat seperti kotoran atau gelembung akan terlihat sehingga menimbulkan bekas aliran.
14. Desain formula vulkanisasi produk karet tidak masuk akal, seperti waktu vulkanisasi yang tidak mencukupi, suhu vulkanisasi yang terlalu rendah, dll., yang mengakibatkan vulkanisasi karet dan tanda aliran tidak mencukupi.

